Jumat, 29 April 2016

SION DAN PUTRI-PUTRINYA DI AKHIR ZAMAN





Saudara ingat bahwa penyelidikan kita pada Sabat yang lalu kita telah menemukan, bahwa nubuatan dari Yesaya pasal yang ketiga sesungguhnya dimulai dengan pasal yang kedua, berlanjut sampai pasal yang ketiga, dan berakhir dengan pasal yang keempat. Dan Saudara juga ingat, bahwa segala yang terkandung di dalamnya itu adalah berhubungan dengan sidang “di akhir zaman”, yaitu pada bagian terakhir dari masa akhir zaman itu. Dengan kata lain, Saudara akan ingat bahwa dalam pasal-pasal ini Allah sedang berbicara langsung kepada umat-Nya yang hidup diwaktu sekarang ini. 



Oleh karena segala yang berhubungan dari pasal-pasal ini adalah dialamatkan kepada Yehuda, Yerusalem, dan Sion dari zaman akhir, maka marilah kita sejenak menggantikan gelar-gelar ini dalam bahasa sekarang.



Gelar “Yehuda” (kerajaan Yehuda) tentunya diambil untuk bangsa itu secara keseluruhannya. Mengaplikasikan sidang di masa kita sekarang, maka itu menunjukkan kepada Organisasi Gereja secara keseluruhan, yaitu umat yang akan membentuk Kerajaan Yehuda contoh saingan. Gelar “Sion”, pekarangan istana kuno itu yang menunjukkan kepada seseorang seperti terdapat pada pasal ini, dan jauh dari tanah perjanjian itu, menunjukkan kepada General Conference, markas besar dari Organisasi Gereja. Sesuai dengan kata-kata Nehemia 11 : 1, gelar “Yerusalem” di masa lalu menunjukkan kepada kota dari pemimpin-pemimpin bangsa itu. Mengaplikasikan gelar ini kepada masa kita sekarang, dan terlepas dari tanah leluhur itu seperti yang dikatakan ilham, menunjukkan kepada pemimpin-pemimpin bawahan dari General Conference. Kembali diulangi, Yehuda mengambil tempatnya para anggota biasa; Yerusalem diambil untuk melambangkan penguasa-penguasa Uni dan Daerah; Sion diambil melambangkan penguasa-penguasa General Conference. Semua inilah satu-satunya pengaplikasian yang mungkin dan masuk akal yang dapat dilakukan terhadap semua gelar ini.



Dengan mengetahui sekarang, bahwa pasal 3 mengemukakan maksud-maksud Tuhan bagi kita di waktu ini, maka kita akan memulai penyelidikkan kita dengan :



Yesaya 3 : 16:

“Dan lagi firman Tuhan: Sebab segala anak-anak perempuan Sion sombong, serta berjalan menjenjang lehernya, dan dengan bermain mata, berjalan dengan dibuat-buat, dan dengan gemerincing kakinya.”



Di samping hal-hal yang kita pertimbangkan pada minggu lalu, maka pada hari ini Tuhan membawakan pekabaran ini bagi “anak-anak perempuan Sion.”



Di dalam ayat yang terpenting ini, oleh karenanya, Allah secara khusus mengamanatkan kepada anak-anak perempuan dari penguasa-penguasa tertinggi organisasi, yaitu kependetaan, yaitu mereka yang berada pada pucuk pimpinan pekerjaan itu. Bersama dengan itu Ia sedang akan melakukan sesuatu, sebab anak-anak perempuan Sion adalah “tinggi hati”, yaitu sombong. Kesombongan mereka itu dibuat terbuka oleh kenyataan, bahwa mereka itu berjalan menjenjang lehernya dan bermain mata; mereka tidak dapat menahan diri, mereka gelisah, suka menonjolkan diri. Kemudian juga, sambil berjalan, dibuat-buat dan gemerincing pada kakinya, yaitu mereka tidak berjalan biasa, mereka memamerkan, seolah-olah untuk menarik perhatian umum. Seperti yang Allah melihat akan mereka itu mereka berada di jalan-jalan, bukan untuk mendapatkan dimana mereka telah memulai untuk itu, bukan untuk menyelesaikan tugas mereka, melainkan mereka berada di sana supaya dipandang orang. Inilah caranya Allah melihat akan segala keadaan yang terdapat di antara anak-anak perempuan Sion. Dengan demikian Tuhan melihat mereka itu bagaikan pemimpin-pemimpin gerombolan penjahat bernapsu di dalam sidang.



Saudara ingat pada penyelidikan kita yang lalu apa yang Tuhan lakukan melawan para pemimpin umat-Nya, melawan para pahlawan, hulubalang, hakim, nabi, orang besar-besar dan orang tua-tua, dan penghulu, dan orang bangsawan dan menteri, dan tukang yang pandai, dan orang yang fasih lidah (Yesaya 3 : 2, 3). Mereka adalah tukang-tukang ramal,” Kata-Nya (Yesaya 2 : 6); mereka “telah makan habis kebun anggur itu; segala rampasan dari orang miskin terdapat dalam rumah-rumah mereka.” Yesaya 3 : 14. Demikianlah Ilham menunjukkan, bahwa mereka membelanjakan dengan jahatnya segala barang rampasan orang miskin. Bahasa yang keras betul, namun adalah Allah sendiri yang mengucapkannya.



Yesaya 3 : 17:

“Sebab itu kepala anak-anak perempuan Sion akan disulahkan Tuhan kelak, dan Tuhan pun akan menelanjangi kemaluan mereka itu.”



Oleh karena anak-anak perempuan Sion pada satu pihak dengan dibiayai oleh orang-orang miskin sedang membodohi dirinya sendiri, dan pada pihak lainnya sedang mengaku mewakili sorga, maka Tuhan hendak memalukan dengan kudis mahkota kepala mereka itu. Tidak, mereka tidak akan lepas baik dengan barang-barang rampasan dari orang-orang miskin, ataupun dengan kebodohan, kejahatan, dan kesia-siaan pembicaraan mereka itu.



“Tuhan akan menelanjangi kemaluan mereka itu “jika mereka tidak bertobat. Mereka dengan sombong menyalahgunakan kepala dan lehernya, tangan dan kaki-kakinya. Mereka dengan sombong memamerkan barang-barang dagangannya. Karena alasan inilah Tuhan hendak memamerkan bagian-bagian itu yang mereka tidak ingin pemerkan. Ia akan menelanjangi mereka. Ia akan membuat mereka menjadi suatu tontonan umum.



Yesaya 3 : 18 - 23:

“Pada hari itu juga diangkat Tuhan kelak akan segala perhiasan gelang keroncong dari kakinya, dan dokoh lawi-lawi melekah dan dokoh sehari sebulan, dan segala cumbal dan segala pontoh dan segala perada terbang, dan segala perhiasan kepala dan segala gelang dan segala ikat pinggang dan segala selepa dan segala anting-anting dan segala cincin dan segala jamang dan segala persalinan dan segala cermin dan segala kain sandus, dan segala tetampan dan segala selendang.”



“Pada hari itu”, yaitu hari dimana semua keadaan ini merajalela menguasai di antara umat Allah, Ia akan menyingkirkan segala kesombongan mereka itu, menyingkirkan segala keberaniannya dengan mana mereka telah membodohi dirinya sendiri. Ia akan menyingkirkan perhiasan-perhiasan jahat dari kaki-kaki mereka, paha-paha mereka, dan leher-leher mereka. Anak-anak perempuan Sion ini, tepat pada pusat pekerjaan itu, sedang menentang Tuhan, dan sedang menyesatkan umat-Nya dengan mengorbankan Kebenaran-Nya, kebun anggur-Nya, dan keringat orang miskin. Tetapi sekarang Ia akan membalikkan meja-meja. Ia akan menentang mereka.




Apakah yang akan jadi dengan ban-ban bundar yang seperti bulan itu? Yah, semua itu mungkin berupa tumit-tumit yang tinggi di bawah kaki-kaki mereka, tumit-tumit yang membuat leher-leher mereka panjang dan punggung-punggung mereka lemah, namun mungkin sekali ban-ban bundar yang seperti bulan itu mungkin merupakan benda-benda fantasi yang ditaruh di kepala, dan yang disebutnya topi mungkin hanya karena sumua itu diletakkan dimana topi harus ditempatkan.



Untuk lebih secara ekstrim mengikuti mode-mode dunia adalah cukup pantas bagi orang-orang yang tak beriman, tetapi adalah pasti semuanya itu salah bagi orang-orang yang pengakuan agamanya mempersalahkan praktik-praktik perbuatan itu.



Daftar perhiasan ini membuat khayalan setiap perkara, yaitu segala-gala yang tak berguna seseorang dapat pamerkan. Mengapa tidak sekarang saja, Saudara-Saudari, singkirkan dari tubuhmu semua kesia-siaan itu yang merendahkan derajat nama baik pengakuanmu, dan yang menghalangi pekabaran Allah? Mengapakah tidak sekarang saja berpakaian yang pantas, bersih, sopan, sederhana, serasih dengan pengakuanmu? Mengapa menunggu sampai Tuhan memalumu dengan beberapa kutuk dari mana engkau tidak akan lagi dapat sembuh? Mengapakah tidak kamu selesaikan segala kebahagiaan hidupmu dengan Allah, yaitu Dia satu-satu-Nya teman baikmu yang setia, satu-satunya Pelepasmu, satu-satunya yang mengetahui segala masalahmu, satu-satunya yang dapat menghapuskan segala dosamu?



Mengapakah tidak mengambil petunjuk dari Allah yang maha bijaksana itu? Mengapakah membiarkan kemunafikan merendahkan kamu sampai kepada tingkat kejahatan, tidak tertib, dan tidak terhormat, yaitu kemunafikan yang membawa turun ke lembah ketidakpastian, lembah tak berketentuan, lembah malapetaka, lembah kehinaan? Mengapakah anda hendak dengan nama Tuhan memasang jaringan jahat bagi kaki orang yang kesasar untuk jatuh ke dalamnya? Mengapakah anda hendak melayani musuhmu sementara mengaku wakil Kristus?



Adakah anda mengira, bahwa kita akan dapat menobatkan orang kapir kepada cara hidup Kristus yang tinggi dan mulia apabila kita tidak berpakaian lebih baik dari mereka, terutama apabila mereka mengetahui, bahwa pakaian kita adalah tidak selaras dengan pengakuan kepercayaan kita? Sejauh ini tampaknya seolah-olah orang kapir sedang mengkapirkan sidang, bukan sidang yang sedang mengkristenkan mereka.



Kalau saja Allah menghendaki anda menjadi berbeda daripada apa yang sudah ada sekarang, maka Ia dapat saja membuatmu berbeda. Kalau saja Ia menghendaki anda menjadi seperti seekor burung kalkun, maka Ia sudah akan dapat dengan mudah memberikan kepadamu suatu perhiasan hidung, anting-anting, dan sebuah peniti hiasan. Kalau saja Ia menghendaki kamu menjadi seperti seekor burung merak, maka Ia sudah akan memberikan kepadamu suatu ekor merak dan sebuah mahkota merak. Kalau saja Ia menghendaki kamu memiliki sebuah leher yang panjang lurus, maka Ia sudah akan memberikan kepadamu sebuah leher jerapah. Kalau saja Ia menghendaki kamu berjalan dengan gemerincing, maka Ia sudah akan memberikan kepadamu suatu ekor yang bergemirincing bunyinya. Ia dapat saja membuatmu dengan berbagai cara yang dikehendaki-Nya. Tetapi tidakkah Saudara bergembira, bahwa Ia telah menjadikan Saudara seperti adanya Saudara sekarang?



Beberapa tahun lalu jika salah seorang dari anak-anak perempuan Sion itu sekiranya muncul di jalan-jalan dengan berpakaian jenis pakaian yang mereka pakai sekarang ia sudah akan dibawa ke penjara. Tetapi jika salah seorang dari mereka dengan pakaian masa itu sekiranya muncul di jalan-jalan sekarang, maka tak seorangpun akan memperhatikannya. Apakah artinya itu bagi anda? Bukankah itu berarti, bahwa pakaian pada masa kini adalah tidak sopan? Sehingga mode-mode dunia sedang makin merosot berkembang?



Adakah anda orang-orang  Kristen juga yang sedang ikut jatuh mengikuti kebiasaan anak-anak perempuan Sion yang sombong itu? Apakah anda datang ke dunia ini untuk memuaskan mata penganggur-penganggur di jalan, atau adakah anda di sini melakukan kebaikan bagi dunia, dan memuaskan Tuhan? Siapakah dari antaramu Saudara-saudara semua yang ingin isterimu atau anak gadismu dipertontonkan untuk memuaskan mata-mata pelacuran yang memenuhi jalan-jalan?



Mengapakah Allah hendak menelanjangi puteri-puteri Sion itu dari semua kesia-siaan mereka itu? Marilah kita mendengarkan jawaban-Nya : …..Sebab anak-anak perempuan Sion itu adalah sombong, dan mereka berjalan dengan leher-leher yang lurus ke depan dan mata-mata pelacuran, berjalan sambil bertingkah secara dibuat-buat, serta membuat bunyi gemerincing dengan kakinya.”



Cara berpakaian menurut mode telah membuat mereka itu sombong, angkuh; membuat mereka meluruskan lehernya ke depan, dan membuat mereka gemerincing dengan kakinya; mendorong mereka itu untuk membuat apa saja untuk menarik perhatian orang, ya apa saja dengan mana membuat mereka kelihatan tidak pantas, munafik, dan memiliki tabiat yang meragukan. Adakah sesuatu keanehan, bahwa terdapat demikian banyaknya kejahatan di dalam sidang? Orang seolah-olah seperti di masa lalu harus membawa senjata untuk melindungi isterinya di jalan-jalan. Bagaimanakah hal itu sebaliknya apabila cara berpakaian kaum wanita itu sendiri yang mengundang bahaya?



Lagi pula, jika kamu Saudari-saudari tidak berpakaian sesuai dengan kehendak Allah, sesuai dengan Kebenaran Tambahan-Nya, maka bahkan dunia sekali pun, jika ia itu tahu sesuatu tentang pengakuan kepercayaanmu, ia tidak akan berpikir banyak mengenaimu. Mereka sedang menanti-nentikan orang-orang munafik bagaimanapun saja, maka jika kamu tidak setia kepada agamamu, kamu di mata mereka itu akan kelihatan menjadi yang terbaik dari segala orang munafik.



Yesaya 3 : 24:

“Maka akan jadi kelak, bahwa ada bau busuk akan ganti harum minyak bau-bauan, dan kain compang-camping akan ganti pakaian yang indah-indah, dan gundul kepala akan ganti ikatan-ikatan rambut, dan kain kambeli akan ganti pakaian hari raya, dan arang di muka akan ganti elok paras.”



Berpakaian yang pantas, maka engkau akan mendapatkan bukan saja, bahwa orang jahat tidak akan menungguimu, tetapi juga kutuk-kutuk Tuhan tidak akan jatuh ke atasmu.



Yesaya 3:25 :

“Segala laki-laki kamu akan rebah mati dimakan pedang, dan segala pahlawanmu pun akan mati dalam perang.”



Jika anak-anak perempuan Sion gagal bereformasi, maka orang-orang laki-laki mereka itu kelak akan mati dimakan pedang. Maukah kamu ku ceritakan kepadamu mengapa orang-orang laki-laki mereka itu akan jatuh dimakan pedang? Sebab tidak akan ada anak laki-laki Kristen yang jujur di dalam perasaan-perasaannya yang benar akan pernah mempertimbangkan dengan sedalam-dalamnya untuk mengawini seorang gadis yang berpakaian seperti seorang munafik berpakaian. Maka jika seorang gadis duniawi yang sedemikian hendak kawin, orang laki-laki yang bagaimanakah yang ingin dikawininya? Tentu bukanlah seorang Kristen yang terkenal dalam kebenaran sekarang. Dia akan mengawini jenis orang laki-laki yang akan jatuh di dalam perang, yaitu peperangan yang akan jadi sementara umat Allah sedang dilepaskan. Jika engkau mau menyelamatkan orang-orang laki-lakimu, maka tinggalkanlah permainan bodoh dengan setan itu. Bangkitlah menjadi hamba-hamba Allah yang sejati.



Bagaimanakah perkiraanmu jika malaikat-malaikat turun di jalan-jalan berpakaian seperti puteri-puteri Sion ini? Dapatkah kamu mengira, bahwa mereka itu adalah malaikat-malaikat, atau kamu akan mengira mereka itu setan-setan? Dapatkah kamu mengira, bahwa sorga adalah suatu tempat yang baik untuk didiami? Sekarang secara jujur, apakah pendapatmu? Maukah kamu memberikan mereka terhormat yang sepatutnya? Tidak, saya yakin kamu tidak akan mau. Lalu mengapa tidak berpakaian seperti yang dikehendakinya oleh malaikat-malaikat itu jika misalkan mereka itu ditempatmu? Jika misalkan malaikat-malaikat itu akan muncul sekarang, mereka tidak akan malu dilihat orang, tetapi kebanyakan wanita akan malu dilihat oleh malaikat-malaikat itu. Kebenaran adalah kebenaran, dan perasaan adalah tetap perasaan; marilah kita memiliki kedua-duanya.



Yesaya 3 : 26:

“Maka segala pintu gerbangnya akan meratap dan berkabung dan mereka itu akan duduk di bumi dengan hampanya.”



Perkara yang terutama yang menyaring keluar orang-orang yang tidak bertobat itu, sebab standart kepercayaannya telah disia-siakan, segala pintu gerbang tempat pertemuannya akan meretap dan berkabung. Dengan hampa mereka akan duduk di bumi, bukan di atas tahta. Mengapa harus menderita kerugian yang sedemikian ini?



Tentu segala orang akan memandang padamu, namun mereka tidak akan menganggapmu sebagai pelaku kejahatan, atau sebagai seseorang yang hampa yang ditertawakan, tetapi sebaliknya sebagai seorang Kristen yang dihormati. Jika mereka membencimu, maka itu adalah karena sikapmu yang membuat mereka itu malu. Dan, lagi pula, bagaimana lagi hendak kamu memenangkan mereka kepada agamamu yang mereka harus miliki untuk selamat, kalau tidak kamu menunjukkan dengan sepatutnya?



Apabila saya pergi keluar bersama isteri saya, orang-orang yang belum pernah melihat saya sebelumnya, yang belum memikirkan siapa saya, dengan sedikit keragu-raguan memanggil akan saya “Pak Pendeta” sebab mereka pikir isteri saya adalah seorang isteri pendeta. Itu menunjukkan bagaimana orang dunia berpikir apabila mereka melihat wanita-wanita yang berpakaian dengan pantas. Lebih baik membuat mereka berpikir bahwa anda adalah isteri seorang pendeta atau puteri seorang pendeta daripada membuat mereka menerka apa kira-kira anda sebenarnya?



Mengapakah tidak mematuhi seruan kebangunan Tuhan? Jangan lalai mematuhi panggilan yang mendesak ini sampai besok, Saudara, Saudari. Jika anda gagal hari ini, maka hari esok tidak akan pernah lagi datang. Inilah kesempatanmu.



Seperti yang diucapkan terdahulu, seperti halnya pasal 3 adalah kelanjutan dari pasal 2, maka pasal 4 pun adalah kelanjutan dari pasal 4. Oleh karena itu kita akan melenjutkan penyelidikan ini dengan pasal 4.



Yesaya 4 : 1:

“Maka pada hari itu juga tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta katanya : Kami akan makan rejeki kami sendiri dan berpakaian kami sendiri, sahaja biarlah kamu disebut dengan namamu untuk menghapuskan kecelaan kami.”



Artinya, di dalam masa akhir zaman, masa dimana puteri-puteri Sion, berlaku dengan sombongnya, maka tujuh orang perempuan (semua gereja pada waktu itu) akan di dalam hati berkata kepada Kristus, seorang laki-laki itu, “Kami akan makan rejeki kamu sendiri, kamu akan memakai pakaian kami sendiri, kami akan selengkapnya bergantung kepada-Mu. Hanya satu hal yang kami perlukan daripada-Mu : Hanya biarlah kami dipanggil dengan nama-Mu, Kristen, sedemikian supaya menghapuskan kecelaan kami.” Inilah cara Allah melihat akan sidang-Nya diperhambakan oleh dunia.



Dunia terus menghimbau. Sidang pada mulanya terus membelakanginya. Tetapi dunia terus menerus menghibau sampai pada akhirnya ia menang. Orang-orang yang menyerah hanya sebagian inci terkecil saja dari hari ke hari, oleh karenanya, adalah orang-orang itu juga yang pengaruh-pengaruhnya sedang digunakan setan untuk menjatuhkan sidang. Bangkitlah Saudara! Bangkitlah Saudari! Jika tidak setan akan membodohi kita untuk selama-lamanya.



Allah tidak meminta daripada kita supaya memakaikan sesuatu yang dapat memanggangkan tubuh kita. Tetapi Ia sedang meminta dari kita untuk memakaikan sesuatu yang rapih yang dapat menunjukkan Dia dan pekabaran dari hal jam-Nya itu. Jika tidak kita lakukan ini, maka dunia tidak akan percaya, bahwa Ia telah mengutus kita, dan kita sendiri pun akan mulai ragu-ragu. Cara berpakaian kita berbicara lebih nyaring daripada kata-kata.



Setan tentunya bekerja dengan kedua-duanya cara itu; ia sendiri tidak peduli yang mana yang terbaik, namun ia dengan hati-hati memberikan tempat kepada orang berdosa sedemikian rupa sampai memenangkannya kepada sisinya. Jika dengan satu cara secara ekstrim tidak berhasil, maka musuh itu akan membiarkan dia menggunakan cara lain; apa saja yang dapat menghalangi dari pertengahan jalan itu, yaitu apa saja yang dapat menghalanginya dari mengikut Tuhan.



Yesaya 4:2 :

“Pada hari itu juga Tunas Tuhan akan menjadi cantik dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi sempurna dan menarik bagi segala orang di antara orang Israel yang sudah luput itu.”



Pada hari itu, yaitu pada hari anak-anak perempuan Sion menjadi sombong, pada hari dimana tujuh orang perempuan berpegang kepada seorang laki-laki, maka pada hari itulah Tunas Tuhan akan menjadi cantik dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi sempurna dan menarik bagi mereka yang telah luput dari Israel. Dari apakah umat-Nya akan diluputkan? Di sinilah jawabannya:



Yesaya 3:1-3 :

“Karena sesungguhnya Hua, yaitu Tuhan serwa sekalian alam akan melalukan dari Yerusalem dan dari Yehuda baik tongkat baik batang, yaitu segala tongkat roti dan segala batang air, orang-orang pahlawan dan hulubalang dan hakim dan nabi orang besar-besar dan orang tua-tua dan penghulu dan orang bangsawan dan menteri dan tukang yang pandai dan orang yang fasih lidah.”



Ternyata, bahwa mereka itu luput dari kebinasaan orang-orang jahat ini di dalam sidang.





Yesaya 4:3:

“Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang lagi tinggal di Sion, dan dia yang tertinggal di Yerusalem, akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tersurat namanya di antara segala orang hidup di Yerusalem.”



Hanya orang-orang suci, yaitu mereka yang nama-namanya masih ada tertulis di dalam Buku yang dapat luput dari kebinasaan yang akan menimpa ke atas orang-orang jahat di dalam sidang. Hanya mereka yang akan membentuk “orang-orang yang lagi tinggal itu”, yaitu orang-orang yang tertinggal. Kapankah ini akan jadi? Tuhan sendiri memegang jawabannya:



Yesaya 4:4-6 :

“Apabila Tuhan sudah membasuhkan anak-anak perempuan Sion daripada kotornya, dan sudah membuang segala utang darah orang isi Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh hukum dan oleh roh pembakaran. Pada masa itu akan dijadikan oleh Tuhan sebuah awan berasap pada siang dan suatu cahaya api bernyala-nyala pada malam atas tiap-tiap tempat tinggal di bukit Sion; bahkan atas segala sesuatu yang mulia itu akan ada tudungan. Maka pada masa itu akan ada sebuah pondok akan pernaungan daripada panas siang hari dan akan perlindungan daripada air bah dan hujan yang deras.”



Itu akan jadi apabila pembersihan sidang berlangsung, yaitu sewaktu pemeriksaan hukum bagi orang hidup di dalam rumah Allah (1 Petrus 4 : 17), sewaktu pemisahan gandum daripada lalang, di dalam masa penuaian, yaitu masa dimana ikan yang baik akan dipisahkan dari antara ikan yang jahat, kambing-kambing dipisahkan dari antara domba-domba (Matius 25 : 32).



Di dalam masa kekacauan ini, apabila segala unsur bergerak untuk mendatangkan masa kesukaran itu yang sedemikian itu belum pernah ada (Daniel 12 : 1) Allah akan membersihkan sidang-Nya untuk melindungi umat-Nya dari kekacauan yang sedang akan menghadapinya. Orang-orang yang tertinggal sesudah orang-orang berdosa disingkirkan, “orang-orang yang lagi tinggal itu”, kelak akan memiliki perdamaian yang sempurna.



Tuhan kini memanggil laki-laki dan perempuan “untuk memberitakan kebebasan bagi ornag-orang yang tertawan, serta membuka pintu penjara bagi mereka yang terbelenggu; untuk memberitakan tahun penyembutan Tuhan, dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua yang menangis; untuk menjanjikan kepada mereka yang meratap di Sion, untuk memberikan kepada mereka keindahan sebagai pengganti habu, minyak kesukaan untuk menggantikan kesedihan, pakaian kepujian untuk menggantikan roh yang penuh beban; supaya mereka itu boleh disebut pohon-pohon kebenaran, tanaman Allah, supaya Ia boleh dipermuliakan. Maka mereka akan membangun kembali semua yang sudah rusak, mereka akan membangun kembali semua tempat yang ditinggalkan sebelumnya, dan mereka akan memperbaiki semua kota yang rusak, semua kesunyian dari banyak keturunan bangsa-bangsa.



“Maka orang-orang asing akan berdiri dan memberi maka segala kawanan binatangmu, dan segala anak-anak orang tidak dikenal akan menjadi pengolah-pengolah tanahmu dan petugas-petugas kebun anggurmu. Tetapi kamu akan dinamai orang imam-imam Tuhan; orang-orang akan memanggilmu pendeta-pendeta dari Allah kita; engkau akan makan segala kekayaan orang kapir, dan di dalam kemuliaan mereka engkau akan menyombongkan dirimu sendiri. Karena segala kehinaanmu engkau akan memperoleh dua kali ganda; dan karena kekacauan mereka akan bersukacita dengan bagiannya; oleh karena itu di negeri mereka, mereka akan memiliki dua kali ganda; kegembiraan yang kekal akan menjadi bagian mereka. Karena Akulah Tuhan yang mencintai keadilan, Aku membenci perampasan bagi korban bakaran; maka Aku akan mengarahkan pekerjaan mereka dalam Kebenaran, dan Aku akan membuat suatu janji kekal dengan mereka. Maka benih segala turunan mereka di antara segala bangsa; semua yang melihat akan mereka itu akan mengenal mereka, sehingga mereka adalah benih yang diberkati Tuhan.”



“Aku hendak bersuka ria di dalam Tuhan, jiwaku hendak bergembira di dalam Allahku; karena Ia telah memakaikan padaku dengan pakaian-pakaian keselamatan, Ia telah menutupi dengan jubah kebenaran, seperti halnya seorang pengantin laki-laki melengkapi dirinya dengan perhiasan-perhiasan, dan seperti halnya seorang pengantin perempuan menghiasi dirinya dengan permata-permata yang indah-indah. Karena seperti halnya bumi mengeluarkan segala tunasnya, dan seperti halnya kebun menumbuhkan segala bibit yang ditaburkan ke atasnya; demikianlah Tuhan Allah akan menjadikan kebenaran dan pujian itu terus berkembang di hadapan segala bangsa.”



“Bahwa karena sebab Sion tiada Aku hendak berdiam diri-Ku, karena sebab Yerusalem pun tiada Aku hendak berhentikan lelah-Ku, sehingga kebenarannya terbit seperti cahaya terang dan selamatnya pun seperti pedamaran yang bernyala. Maka segala orang kapir akan melihat kebenaranmu, dan segala raja pun kemuliaanmu, maka engkau akan disebut dengan nama yang baru yang akan ditentukan oleh firman Tuhan. Maka engkau akan menjadi sebuah mahkota yang indah-indah pada tangan Tuhan dan sebuah tengkuluk kerajaan pada tangan Allahmu. Maka tiada lagi dikatakan orang kepadamu : Yang ditinggalkan; dan tiada lagi akan tanahmu, kerusakan; melainkan dikatakannya akan dikau, Yang kekasih; dan akan tanahmu, Yang bersuami; karena dikasihi Tuhan akan dikau kelak dan tanahmu pun akan diperisterikan. Karena seperti seorang taruna beristerikan seorang anak dara, demikian pun segala anak-anak laki-lakimu akan mengawini engkau. Dan seperti seorang laki-laki bersuka cita dari hal mempelai wanitanya, demikian pula halnya Allahmu akan bersuka cita akan halmu. Aku sudah menaruh beberapa orang pengawal di atas pagar tembokmu, hai Yerusalem, supaya jangan mereka itu berdian dirinya siang dan malam sampai selama-lamanya. Hai kamu yang mengingatkan akan Tuhan, janganlah mereka itu berdiam dirimu, dan jangan berikan Dia berhenti lelah-Nya sampai ditetapkan-Nya Yerusalem dan dijadikan-Nya dia akan suatu kepujian di atas bumi. Bahwa Tuhan sudah bersumpah demi tangan kanan-Nya dan demi lengang kuasa-Nya; bahwasanya daripada sekarang ini tiada lagi Aku memberikan gandummu kepada musuhmu akan makanannya, dan tiada lagi anak-anak laki-laki orang asing akan minum air anggur yang sudah kamu lelahkan. Melainkan orang yang mengumpulkan dia, ia itu juga akan memakan dia serta memuji Tuhan, dan orang yang menghimpun dia ia itu juga akan minum dia di dalam pagar halaman tempat-Ku yang suci. Keluarlah, keluarlah daripada pintu-pintu gerbang, sediakanlah jalan bagi segala umat; tambaklah, tambaklah jalan raya, lalukanlah segala batu, dan dirikanlah suatu alamat di antara segala bangsa! Bahwasanya Tuhan memperdengarkan dia sampai kepada hujung bumi; katakanlah kepada puteri Sion. Bahwasanya selamatmu akan datang, bahwasanya upah-Nya adalah serta-Nya dan pembalasan-Nya adalah di hadapan hadirat-Nya. Pada masa itu digelarkan oranglah akan mereka itu bangsa yang suci, orang tebusan Tuhan, dan engkau pun akan dinamai, Yang kekasih, Negeri yang tiada ditinggalkan.” Yesaya 61 : 1 - 11, 62 : 1 - 12.



Mengapakah tidak kembali kepada Allah? Bagaimanapun jeleknya anda sebagai orang berdosa Ia mau dengan senang hati mengampunimu. Mengapakah tidak menyambut sekarang panggilan-Nya? Engkau tidak akan hilang untuk selama-lamanya, engkau tentunya tidak ingin kehilangan kemuliaan hari depan yang digambarkan oleh para nabi itu, dan kini secara segar dikemukakan. “Janganlah mengasihi dunia berikut segala perkara yang ada di dalamnya. Jika seseorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak akan terdapat di dalamnya. Karena segala yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya daripada Bapa, melainkan daripada dunia. Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan dunia; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya.” 1 Yohanes 2 : 15 - 17. “Sebab itu (seperti firman Rohulkudus; ‘Pada hari ini jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa penggusaran pada hari pencobaan di padang belantara).” Iberani 3 : 7, 8.



Inilah kesempatan bagimu. Hari inilah anda dapat menggunakannya atau melewatkannya, tetapi besok anda mungkin akan melompat kegirangan atau menggeretak gigi anda di dalam kegelapan. Sekarang segala-galanya terserah kepadamu.



Anda tentunya tidak akan menjual dengan demikian murahnya dengan cara menyangkal semua kemuliaan yang tak ada tandingannya ini serta himbauan dari cinta Allah untuk melepaskan dunia dan kembali dengan segenap hati kepada-Nya pada panggilan penghabisan-Nya sekarang ini.



Jumat, 22 April 2016

APA YANG AKAN JADI DI AKHIR ZAMAN




Renungan kita untuk sabat pagi ini
adalah dari Yesaya pasal tiga. Namun karena cerita ini, atau nubuatan dari
pasal ini dimulai pada pasal yang mendahuluinya, maka tak akan ada manfaatnya
jika penyelidikan terhadap pasal tiga dilakukan terpisah dari pasal yang kedua.
Tak seorangpun oleh memulaikan sesuatu penyelidikan terhadap sesuatu masalah dari
bagian tengah, ke belakang ataupun ke depan, dapat mengetahui kelanjutannya
serta dapat mengetahui dari hal apakah semuanya itu. Jika seseorang hendak
mempelajari kelengkapan kebenaran dari sesuatu masalah, maka ia harus
menyelidikinya keseluruhannya. Anjing dan kucing, yang bukan manusia beradab,
memulai memakan sepotong pastel dari tengah-tengahnya. Sebagai manusia-manusia
yang berinteligensia tinggi, sebagai umat Allah, kita patut memakan pastel itu
dengan benar.

Bagaimanakah dapat saya ketahui,
bahwa masalah nubuatan dari pasal tiga dimulai semenjak dari pasal dua? Kata
yang pertama sekali dari pasal tiga, adalah kata perangkai “karena” (bahasa
Inggris : “for”), menunjukkan bahwa sesuatu telah berjalan mendahuluinya. Untuk
mengambil kelanjutan dari beban Ilham itu, dan juga untuk memperoleh latar
belakang dari masalah itu, maka kita terpaksa memulaikan penyelidikan kita
terhadap ayat mana Yesaya telah dikendalikan untuk memulaikan nubuatan itu,
yaitu:

Yesaya 2 :1 :
“Inilah Wahyu yang
kelihatan kepada Yesaya bin Amos akan hal Yehuda dan Jerusalem.”

Apakah yang Yesaya dikendalikan
untuk menyatakan? Perkara-perkara yang berkenan dengan Yehuda dan Yerusalem,
yaitu sidang. Walaupun begitu kita perlu mengetahui, generasi dari umat yang
mana tepatnya, sebab jika nubuatan itu adalah mengenai generasi kita, maka itu
tentunya akan mempunyai arti terpenting bagi kita. Ajaran-ajarannya tentunya
akan terutama berlaku bagi kebutuhan-kebutuhan kita sekarang yang sangat
diperlukan --- akan merupakan “makanan pada waktunya.” Untuk alasan inilah kita
perlu menentukan siapa umat itu kepada siapa Ilham sedang menyampaikan amaran
nubuatan ini. Marilah kita baca :

Yesaya 2 : 2 :
“Maka akan jadi
kelak di dalam hari-hari yang terakhir (in the last days), bahwa gunung kaabah
Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan akan ditinggikan di
atas segala bukit; maka segala bangsa akan berkerumun kepadanya.”


Bukanlah seseorang, bukanlah
sesuatu umat ataupun sesuatu bangsa, melainkan Tuhan sendiri yang menyatakan
demikian itu. Kepada nabi itu diperlihatkan perkara-perkara dari hal rumah
Tuhan (sidang), “di dalam hari-hari yang terakhir”, bukan di hari-hari masa
hidupnya Yesaya. Ucapan kata “hari-hari terakhir” itu sendiri membawa kita
kepada “masa akhir zaman.” Seperti yang ditunjukkan kepada kita pada Sabat yang
lalu, bahwa masa akhir zaman itu dimulai di dalam abad ke 18, maka jelaslah,
bahwa masa itulah yang dimaksudkan di sini dimana keajaiban dari segala zaman
akan terjadi.

Yesaya 2 : 3 :
“Maka banyak orang
akan pergi dan mengatakan: “Marilah kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah
Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, maka kita
akan berjalan di dalam segala lorong-Nya; karena dari dalam Sion juga akan
terbit hukum, dan Firman Tuhan dari dalam Yerusalem.”

Oleh karena belum pernah ada
pertemuan yang sedemikian ini seperti yang diramalkan di sini, maka masalah ini
menjadi sangat jelas, bahwa peristiwa ini masih akan digenapi di masa depan.

Beberapa tahun lalu oleh
perhatian saya terhadap Yesaya pasal 2 ini, maka saya telah menanyakan kepada
seorang pengkhotbah yang banyak mengetahui, yang juga adalah seorang pembicara
yang fasih. Ia telah menjawab dengan penuh kepastiannya dengan mengatakan: “Itu
tidak akan pernah digenapi.” Pada waktu itu saya belum mengetahui, maka
jawabannya terhadap pertanyaan saya itu tidak menolong saya sama sekali. Tetapi
sekarang bahwa gulungan kitab itu telah terbuka Allah sendiri menegaskan, bahwa
Firman-Nya tidak akan pernah gagal, maka Dialah yang harus kita percayai,
karena jika nubuatan ini tidak dapat digenapi, maka apakah jaminan bagi kita,
bahwa setiap nubuatan yang ada akan digenapi?

Lagi pula, jika nubuatan ini
tidak akan digenapi, maka akibatnya pekerjaan Injil pun tidak akan dapat
diselesaikan, karena nubuatan ini menceritakan bagaimana caranya pekerjaan itu
akan diselesaikan --- yaitu bahwa hukum Tuhan selama hari pehukuman bagi orang
hidup akan terbit keluar dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem, bukan dari
Takoma Park, bukan dari Mount Carmel Center, dan bukan juga dari tempat-tempat
lainnya.

Sesudah pekerjaan pehukuman itu
di dalam rumah Allah (I Petrus 4 : 17) terlaksana selengkapnya dan 144.000
hamba-hamba Allah yang tidak bercacat cela itu, yaitu buah-buah pertama (Wahyu
14 : 4) memegang jabatan mereka yang tinggi dan dihormati bersama-sama Anak
Domba di atas Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), maka mulailah pengumpulan buah-buah
kedua itu. Akhirnya mata dunia akan terbuka terhadap situasi itu, maka seperti
halnya suatu bangsa mengundang bangsa lainnya, maka pekerjaan Injil pun akan
bergerak cepat meluas ke mana-mana. Pada masa itu banyak yang akan mengatakan:
“Marilah kita naik ke gunung rumah Tuhan, kepada Allah Yakub itu; maka Ia akan
mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam
segala lorong-Nya”, semua nabi telah membicarakan dari hal peristiwa besar dan
menakjubkan ini, namun untuk singkatnya saya akan mengutip hanya dari satu
pasal saja, yaitu Zakharia pasal 2.

“Maka katanya kepadanya: “Pergilah mendapatkan orang muda ini,
katakanlah kepadanya, bahwa Yerusalem akan dihuni orang berkampung-kampung
tanpa tembok-temboknya dari karena kebanyakan manusia dan binatang yang di
dalamnya. Karena Aku, demikianlah firman Tuhan, akan jadi baginya sebuah pagar
api berkeliling, dan akan merupakan kemuliaan di tengah-tengahnya.
Bersorak-soraklah dan bersukacitalah, hai puteri Sion, karena tengoklah Aku
datang, dan Aku akan duduk di tengah-tengah kamu, demikianlah firman Tuhan.
Maka banyak bangsa akan bergabung dengan Tuhan pada hari itu, dan akan menjadi
umat-Ku; dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu, maka akan diketahui olehmu,
bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah menugaskan daku kepadamu. Maka Tuhan
akan mempusakai Yehuda bagian-Nya di Tanah Suci itu, dan Yerusalem pun kembali
menjadi pilihan-Nya. Berdiamlah kamu, hai segala manusia, di hadapan hadirat
Tuhan! Karena sudah bangunlah Ia dari dalam kediaman kesucian-Nya.” Zakharia 2 : 4, 5, 10-13.

Yesaya 2 : 4 :
“Maka Ia akan
menghakimi di antara segala bangsa, dan Ia akan mencela banyak orang, maka
mereka akan menempa padang-pedangnya menjadi penggali, dan segala tombak
lembingnya menjadi sabit; maka bangsa tiada lagi menghunus pedang melawan
bangsa, dan pula tiada lagi orang belajar perang.”
 


Bukan segala bangsa, tetapi
Ilham itu sendiri menyatakan, bahwa pada hari Allah menghakimi orang hidup,
maka bangsa-bangsa itu yang pergi naik ke gunung Tuhan (Kerajaan sidang yang
sudah disucikan) itu “kelak akan menempa pedang-pedang mereka menjadi penggali,
dan segala tombak dan lembing mereka menjadi sabit”; mereka akan pergi bercocok
tanam dan bukan menghabiskan tenaganya dalam peperangan. Bangsa-bangsa yang
tidak menerima ‘celaan’ Tuhan, pada hari itu, bagaimanapun akan bangkit secara
menggila melawan ‘gunung’ Tuhan itu, sebagaimana yang diramalkan oleh nabi
Yoel, yang mengatakan:

“Serukanlah ini di antara segala orang kapir: Persiapkanlah perang!
Jagakanlah segala pahlawan, hendaklah mereka itu datang hampir; hendaklah
mereka itu datang kemari: tempakanlah olehmu segala cangkulmu menjadi pedang,
dan segala sabitmu menjadi lembing; hendaklah orang lemah menyatakan dirinya,
saya kuat. Berhimpunlah kamu bersama-sama lalu datanglah, hai kamu segala orang
kapir, dan berkumpullah kamu bersama-sama berkeliling; maka di sanalah Tuhan
akan merebahkan segala pahlawanmu. Hendaklah segala orang kapir bangkit lalu
datang naik ke lembah Yehosafat, karena di sanalah Aku akan duduk mengadili
segala orang kapir berkeliling.” Yoel 3 :
9 - 12.

Oleh karena Ilham telah
memberikan semua publikasi ini untuk diberitakan mengenai peristiwa yang sangat
penting ini dalam hubungannya dengan Injil --- yaitu puncak dan kemenangannya,
pemisahan yang baik daripada yang jelek (Matius 13 : 30, 47, 48), kambing
daripada domba (Matius 25 : 32); serta berdirinya gunung rumah Tuhan itu; oleh
karena itu adalah tak dapat dikesampingkan kesimpulan, bahwa pasal-pasal buku
Yesaya ini telah ditulis terutama bagi sidang di waktu ini. Kini karena kita
adalah pelopor-pelopor dari peristiwa besar dan mulia ini, maka kita harus
memperhatikan dengan sungguh terhadap apa yang dikatakan oleh pasal-pasal ini.
Ini harus kita lakukan jika kita hendak mempersiapkan jalan Tuhan (Matius 3 :
3; Yesaya 4 : 3-5). Dapatlah Saudara saksikan, bahwa pekabaran ini kepada
sidang adalah untuk mempersiapkan anggota-anggotanya bagi pehukuman itu sebelum
“hari Tuhan yang besar dan hebat itu” mulai (Maleakhi 4 : 5). Terutama untuk
alasan inilah, maka Injil pada waktu ini telah dibukakan. Marilah kita sekarang
mendengarkan permintaan Tuhan:

Yesaya 2 : 5 :
“Marilah hai orang
isi rumah Yakub, hendaklah kita berjalan di dalam terang Tuhan.”

Oleh karena sidang sangat
memerlukan terang ini, yaitu terang yang kini menerangi Hari Pehukuman itu,
maka Tuhan mengajukan anjuran yang terdahulu itu kepada “isi rumah Yakub”
contoh saingan, yaitu isi rumah dimana terdapat 144.000 orang-orang keturunan
Yakub, yaitu keturunan dari 12 suku bangsa Israel, yang sepanjang zaman telah
berassimilasi dengan bangsa-bangsa Kapir, sehingga dengan demikian telah
kehilangan ciri-ciri rasialnya.

Keinginan Tuhan agar supaya
sidang berjalan di dalam terang Tuhan (di dalam terang Ilham bagi waktu ini)
mengandung arti yang pasti, bahwa ia sekarang belum berjalan di dalam
terang-Nya itu; maka perintah-Nya yang terdapat pada ayat terakhir dari pasal
buku Yesaya menunjukkan dengan jelas bahwa ia sedang berjalan di dalam hanya
percikan api dari orang-orang yang tidak diilhami. Oleh karna itu Tuhan
memerintahkan:

Yesaya 2 : 22 :
“Maka sebab itu
jangan lagi kamu berharap kepada manusia yang napasnya berada di dalam lobang
hidungnya, karena dalam apa gerangan ia dapat diperhitungkan?

Alasannya bahwa
anggota-anggotanya harus segera berhenti berharap kepada manusia adalah
dikemukakan pada ayat-ayat berikut ini:

Yesaya 3 : 1-4 :
“Karena
sesungguhnya Tuhan, yaitu Tuhan serwa sekalian alam akan mengambil daripada
Yerusalem dan daripada Yehuda baik tunjangan baik persediaan, yaitu segala
persediaan roti dan segala persediaan air, dan orang pahlawan dan hulubalang
dan hakim dan nabi dan orang besar-besar dan orang tua-tua dan penghulu dan
orang bangsawan dan menteri dan tukang yang pandai dan orang yang fasih
lidahnya.  Maka anak-anak akan Ku jadikan
raja mereka itu dan Bayi akan memerintahkan mereka itu.”

Telah lebih dari satu abad
lamanya kita sebagai umat Masehi Advent Hari Ketujuh telah mengkhotbahkan
pekerjaan Pehukuman bagi Orang Mati, maka kita harus dengan mudah kini melihat,
bahwa apabila Pehukuman bagi Orang Hidup itu dimulai, itu akan memisahkan
orang-orang suci daripada orang berdosa --- gandum daripada lalang (Matius 13 :
30), ikan yang baik dari ikan yang jelek (ayat 47, 48), domba daripada kambing
(Matius 25 : 32 - 46), anak-anak dara yang bijaksana dari anak-anak dara yang
bodoh (Matius 25 : 1 - 13).

Jelaslah, bahwa Yesaya 3 : 1 - 4
menyatakan, bahwa di antara orang-orang yang didapati kurang adalah beberapa
orang pahlawan, beberapa orang hulubalang, beberapa hakim dan nabi-nabi
(guru-guru agama), beberapa orang besar dan tua-tua, beberapa orang penghulu
dan orang bangsawan dan menteri dan orang yang licik dan orang yang fasih
lidah, dan bahwa Allah tidak memandang orang, melainkan hanya orang-orang
berdosa yang bertobat; bahwa Ia tidak menaruh harap pada apa yang disebut
orang-orang besar.

Orang-orang yang telah
meninggikan diri sendiri dan yang demikian itu telah membuat umat Tuhan
mengikuti orang-orang terpelajar sebagai gantinya Ilham dan demikian pula
Kebenaran Tambahan Tuhan, semuanya akan disingkirkan bagaikan sekam.

Saudara-saudara yang
bertahun-tahun lamanya telah mengkhotbahkan Pehukuman bagi Orang Mati telah
pergi dengan buta rohani dan bodoh, sedikit pun tidak mengharapkan lagi sesuatu
pekabaran pehukuman Orang Hidup, maka sambil mengolok-olok mengatakan:
“Nubuatan-nubuatan ini tidak akan pernah digenapi!” Sekaranglah jamnya bagi mereka
untuk merenungkan akan terang ini berikut sebuatan: “Pada pekerjaan besar yang
terakhir hanya sedikit orang-orang besar yang akan ikut mengambil bagian.” ---
Testimonies, vol. 5, p. 80.

Marilah kita kembali kepada
pasal 2.

Yesaya 2 : 6 :
“Oleh karena itu
Engkau telah meninggalkan umat-Mu isi rumah Yakub itu (orang-orang yang telah
menyebabkan umat itu mengikuti mereka), sebab mereka itu dilengkapi dari Timur
dan adalah peramal seperti bangsa Filistine, dan berkenanlah mereka itu akan
anak-anak orang asing.”

Pada masa pengumpulan besar itu
yang dikemukakan di sini hendak akan berlangsung, maka umat-Nya, demikianlah
dikatakan-Nya, akan menyenang-nyenangkan diri mereka di antara orang-orang yang
tidak bertobat dan dituduh sebagai sedang menjadi orang-orang peramal, yang
mampu menjelaskan untuk meninggalkan Kebenaran Allah yang dinyatakan bagi masa
ini sebagai gantinya membesarkan dan memberitakan-Nya.

Yesaya 2 : 7 :
“Penuhlah negeri
mereka dengan emas dan perak, dan tiada berkesudahan segala harta bendanya; dan
lagi penuhlah negerinya dengan kuda, dan tiada berkesudahan segala keretanya.”



Rumah Yakub terhadap mana Allah
sedang membicarakannya di sini kembali dikenal oleh kenyataan, bahwa ia berada
pada suatu negeri yang penuh dengan perak, emas, dan kereta, sehingga tidak
akan berakhir perhitungan jumlahnya. Oleh karena tidak ada negeri di seluruh
dunia kepunyaan Allah yang sangat kaya dengan perak, emas, dan lalu lintas
kendaraan bermotor seperti halnya negeri ini, yaitu Amerika Serikat, maka
jelaslah Amerika adalah negeri dimana markas besar Injil itu berada, yaitu
negeri yang dimaksudkan oleh Allah itu. Oleh karena itu, Saudara, dan
Saudariku, pada hari ini Ia sedang berbicara kepadamu, kepadaku, kepada seluruh
organisasi dan khususnya kepada General Conference (Isi rumah Yakub) dengan
cara yang istimewa dengan Kebenaran yang baru dinyatakan, dan dengan bahasa
yang tidak mungkin salah. Maukah anda, maukah saya, kita, bersetuju dengan
gembira terhadap keinginan-keinginan Tuhan itu? Inilah pertanyaan besar ke
hadapan kita. Segera sebentar lagi Pehukuman itu akan dimulai, maka kita harus
yakin bahwa perkara-perkara kita akan dikemukakan.

Yesaya 2 : 8 :
“Dan lagi penuhlah
negerinya dengan berhala (demikianlah Ia menyatakan); mereka itu menyembah
sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah
diperbuatnya dengan jarinya.”

Negeri dari mana Injil itu telah
muncul juga penuh dengan banyak berhala, demikianlah pernyataan-Nya, yaitu
jenis yang dibuat oleh tangannya sendiri; bahwa mereka adalah bangga oleh
penyembahan berhalanya, maka semua hasil perbuatannya mereka sembah seolah-olah
semuanya itu adalah Allah mereka. Baik kecil baik besar mereka melakukan
kejahatan. Janganlah mengampuni mereka demikian seruan-Nya, terkecuali mereka
bertobat.

Yesaya 2 : 10 :
“Pergilah kamu
masuk ke dalam bukit batu, sembunyikanlah dirimu di dalam habu, karena takut
akan Tuhan, dan karena kemuliaan kebesaran-Nya.”

Di sini kepada kita dengan jelas
diceritakan, bahwa orang-orang berdosa dalam pada itu akan mendapatkan diri
mereka tidak bersedia bagi hari Tuhan yang besar dan hebat itu, maka apabila
demikian Allah memanifestasikan kekuasaan-Nya mereka kelak akan betul-betul
menjadi takut. Mereka bagaikan orang-orang gila akan berlari-lari kepada
batu-batu karang dan gunung-gunung untuk melindungi dirinya di sana. Peristiwa dari ayat ini berjalan
sejajar dengan apa yang disebut pada buku Wahyu:

“Dan segala raja di bumi dan orang besar-besar, dan orang kaya-kaya dan
panglima-panglima perang, dan para pahlawan, dan setiap hamba, dan setiap orang
merdeka, semuanya menyembunyikan diri di dalam gua dan dicelah-celah batu
gunung, serta berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu itu: “Timpalah kami
dan lindungilah kami daripada wajah Dia yang duduk di atas tahta itu dan dari
murka Anak Domba itu, karena Hari Besar murka-Nya itu sudah tiba dan siapakah
yang dapat tahan berdiri?” Wahyu 6 : 5 - 17.



Sangatlah jelas, bahwa nubuatan
Yesaya memenuhi kegenapannya di dalam masa meterai yang keenam, yaitu masa
dimana Tuhan duduk pada tahta kemuliaan-Nya, bukan di atas awan-awan, melainkan
Tahta di hadapan mana akan-akan berkumpul segala bangsa, dimana Pehukuman itu
akan dimulai, yaitu terjadinya pemisahan, orang-orang suci (domba) akan
kemudian ditempatkan pada sebelah kanan-Nya dan orang-orang berdosa
(kambing-kambing) pada sebelah kiri-Nya (Matius 25 : 33). Nabi Yoel menyatakan
hari itu dengan kata-kata sebagai berikut:

“Sabitlah karena segala buah telah masak. Marilah, pijaklah karena
apitan anggur sudah penuh, dan segera tempat air anggurpun sebaklah; karena
besarlah kejahatan mereka itu. Berkelompok-kelompok besar orang banyak di
lembah penentuan karena sudah hampirlah hari Tuhan di lembah penentuan itu.
Matahari dan bulan akan digelapkan, dan bintang-bintang akan menarik kembali
segala cahayanya. Tuhan juga akan menderu dari dalam Sion dan mengeluarkan
suara-Nya dari Yerusalem; maka segala langit dan bumi akan bergoncang, tetapi
Tuhan akan menjadi tumpuan harapan dari umat-Nya dan kekuatan bagi bani Israel.” Yoel 3 : 13 - 16.

Itulah waktunya dalam mana akan
dikatakan,

“Orang-orang berdosa di Sion takut; kegentaran mencekam atas segala
orang munafik. Siapa gerangan di antara kita yang dapat duduk hampir dengan api
yang memakan habis; Siapa gerangan di antara kita yang dapat duduk hampir
dengan pembakaran yang kekal? Dia yang berjalan dan yang mengatakan yang benar;
dia yang menolak laba yang keji daripada pemerasan, yang mengebaskan tangannya
dari memiliki barang suap, yang menutupi telinganya daripada mendengar darah,
dan yang menutup matanya daripada melihat kejahatan; ia akan duduk di tempat
yang tinggi, kubu di atas bukit batu itulah perlindungannya; rejekinya
dikaruniakan kepadanya, airnya akan terjamin. Maka penduduk negeri pun tiada
yang akan berkata demikian: Aku sakit karena bangsa yang duduk di dalamnya itu
sudah beroleh keampunan salahnya.” --- Yesaya
33 : 14 - 16, 24.

Orang-orang berdosa yang di
Sion akan pertama-tama sekali meneriakan kepada batu-batu dan gunung-gunung,
kemudian seruan tentang hari Tuhan yang besar dan hebat itu akan disampaikan
kemana-mana secara meluas dengan mengatakan: “Dengarlah olehmu, hai segala kamu
yang jauh, apa yang sudah Ku-lakukan; dan segala kamu yang dekat, ketahuilah
olehmu akan kuasa-Ku.” Yesaya 33 : 13.

Sekaranglah waktunya untuk
jangan lagi membodohi diri kita sendiri, supaya mempersiapkan pikiran kita
untuk melayani Tuhan dengan sebulat-bulat hati, dan hanya Dia.

Bagaimanakah dapat saya
ketahui, bahwa hari Tuhan yang besar itu sudah dekat di sini? Saya
mengetahuinya, sebab pengumuman dari hal itu sudah sampai di sini, dan sebab
pekabaran tentang pencapan yang diramalkan di dalam Yeheskiel pasal 9, yaitu
pekerjaan Pehukuman itu sudah memasuki seluruh dunia Masehi Advent Hari
Ketujuh. Saya juga mengetahuinya, sebab materi bagi kemuliaan yang segera akan
mengikutinya kemudian (materi yang akan menerangi bumi dengan kemuliaan
malaikat itu, yaitu Seruan Keras --- Wahyu 18 : 1) semuanya telah siap dan
sedang menunggu.

Lalu apa jadi kemudian? Seruan
itu keluar ke seluruh kerajaan Babilon, “mengatakan, Keluarlah daripadanya, hai
kaum-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, supaya jangan kamu
mendapat segala belanya.” Wahyu 18 : 4. Umat Allah keluar meninggalkan Babilon
untuk menggabungkan diri kepada sidang-Nya yang sudah suci dan bebas dosa,
yaitu hamba-hamba-Nya yang tidak memiliki tipu di mulut, yaitu 144.000
buah-buah pertama yang berasal dari gunung rumah Tuhan.

Kemudian akan jadi kelak,
bahwa dari segala bangsa segala orang suci akan mengalir masuk ke dalamnya.
“Karena, bahwasanya, kegelapan akan menutupi bumi, dan kelam kabut menggelapi
segala bangsa : tetapi Tuhan akan bangkit kepadamu (kepada sidang yang sudah
dibersihkan, yaitu gunung Tuhan), maka kemuliaan-Nya akan kelihatan di atasmu.
Maka segala orang kapir akan datang kepada terangmu, dan segala raja datang
kepada kebesaran cahaya kemunculanmu. Angkatlah matamu berkeliling dan
lihatlah: semua mereka berkumpul bersama-sama, mereka semuanya datang kepadamu:
anak-anak lelakimu akan datang dari jauh, dan anak-anak perempuanmu akan
dituntun pada sisimu. Pada masa itu engkau akan kedatangan takut bercampur
sukacita, maka hatimu akan bimbang dan meluas dirinya oleh kesukaan, apabila
kekayaan segala laut dicurahkan atas kamu dan kekuasaan segala orang kapir pun
datang kepadamu. Bahwa kawanan onta akan menudungi muka tanahmu, yaitu onta
yang pantas dari Midian dan Hefa, maka dari Sheba pun datanglah sekaliannya
sambil membawakan emas dan kemenyan, sambil memasyurkan kepujian Tuhan. Segala
domba Kedar dikumpulkan kepadamu, segala domba jantan Nebajot dihantarkan bagi
penggunaanmu, sekalian itu naik ke atas medzbah-Ku, dipersembahkan dengan
keridlaan hati, maka rumah-Ku yang mulia itu akan Ku permuliakan pula. Siapakah
mereka yang terbang kemari itu seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu
sarangnya? Mereka yang di pulau-pulau itu akan menantikan Aku, dan lagi seperti
dahulu pun segala kapal Tarsis akan membawa anak-anakmu dari jauh, dan membawa
sertanya akan emas peraknya kepada nama Tuhan, Allahmu, dan kepada Maha Suci orang
Israel
yang sudah mempermuliakan dikau. Maka anak-anak lelaki orang asing akan
membangun segala pagar tembokmu dan raja-raja mereka itu akan melayani kamu;
karena oleh kehangatan murkaku sudah kupalu engkau, tetapi oleh keridlaan-Ku
sudah Ku kasihani dikau. Maka segala pintu gerbangmu pun akan terbuka selalu;
baik siang baik malam tiada ia itu ditutup, supaya dibawa masuk kepadamu akan
tentara orang kapir dan segala rajanya.” --- Yesaya 60 : 2 - 11. Kemudian akan
jadi kelak, bahwa

Yesaya 2 : 11 :
“Segala mata orang
yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan
ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan jua yang tertinggi.”

Sudah lama manusia meninggikan
dirinya sendiri; sedemikian banyaknya, dalam kenyataannya, sehingga hanya
terdapat sedikit orang-orang Kristen di dunia yang betul-betul mengikuti
“terang dari Tuhan.” Banyak dari mereka sedang mengikuti percikan cahaya dari
manusia, mengikuti interpretasi-interpretasi Alkitab yang tidak diilhami, yaitu
hasil-hasil penyelidikan orang-orang, orang-orang yang mengejek terhadap hasil
pendapat Ilham; mereka tidak lagi melihat perlunya lebih banyak Kebenaran atau
nabi-nabi, walaupun mereka cukup mengetahui, bahwa satu-satunya Kebenaran yang
pernah datang adalah melalui perantaraan hamba-hamba pilihan Allah. Bahkan para
penganut Kebenaran sekarangpun belum sepenuhnya sadar kepada wahyu yang
mengejutkan ini, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran,
yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah,
Dathan dan Abiram (Bilangan 16 : 9 - 11) yang mengingini jabatan Musa --- yaitu
para perampas Tahta Ilham --- yang berpihak sebagian kepada Paulus dan yang
lainnya kepada Apolos. Maka Ilham yang difokuskan terhadap masa kini dan
pekabaran, menunjukkan bahwa banyak daripada penipuan diri sendiri ini adalah
hasil daripada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua,
yang berbunyi:

“Adapun akan dikau, hai Anak
Adam, segala bani bangsamu berkata-kata akan halmu seorang dengan seorang pada
segala dinding dan pada segala pintu rumah; mereka itu berkata seorang kepada
seorang dan saudara kepada saudaranya, katanya: Marilah kita pergi juga untuk
mendengar apa-apa firman yang keluar daripada Tuhan. Maka datanglah mereka itu
kepadamu dengan banyak orangnya, lalu duduklah mereka itu di hadapan mukamu,
yaitu seperti umat-Ku, dan didengarnya segala perkataanmu, tetapi tiada
diturutnya akan dia; dan mulutnya mereka menyatakan cinta yang besar, tetapi
hatinya tamak dan iri hati. Karena sesungguhnya engkaulah baginya laksana ornag
yang menawankan hati dengan nyanyiannya, yang merdu bunyi suaranya, dan yang
pandai memetik bunyi-bunyian; jadi mereka itu mendengar juga segala perkataanmu
tetapi seorang pun tiada menurut dia. Maka apabila hal ini kelak jadi, maka
akan diketahui oleh mereka, bahwa seorang nabi di tengah-tengahnya.” ---
Yeheskiel 33 : 30 – 33. Kita perlu menjadi pelaku-pelaku dari Firman itu bukan
hanya pendengar-pendengar saja.

Yesaya 2 : 12, 13,
15, 16 :
“Karena hari Tuhan
telah ditentukan bagi segala orang yang sombong dan angkuh dan bagi segala
orang yang mengatas-ataskan dirinya supaya mereka itu direndahkan. Dan bagi
segala pohon araz di Lebanon
yang besar lagi tinggi dan bagi segala pohon jati di Bazan … dan atas segala
menara yang tinggi-tinggi dan bagi segala pagar tembok yang teguh-teguh, dan
bagi segala kapal dari Tarsis dan bagi segala gambar yang indah-indah.”

Semua ini tentunya adalah
ucapan-ucapan yang mengandung lambang yang ditunjukkan kepada orang-orang yang
sombong dan yang merasa kecukupan sendiri yang di pemandangan orang adalah
bagaikan pohon-pohon araz Lebanon
dan bagaikan pohon-pohon jati dari Bashan.

Yesaya 2 : 17-20 :
“Maka pada hari
itu segala kebesaran manusia akan ditundukkan dan segala ketinggian manusia akan
direndahkan, maka pada hari itu hanya Tuhan sendiri juga yang dipuja. Maka
segala berhala pun akan dilenyapkan-Nya sama sekali. Maka pada hari itu orang
akan masuk ke dalam gua-gua di gunung dan ke dalam lobang-lobang di tanah.
Takut akan Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit
berdiri untuk menggoncang segala isi bumiMaka pada hari itu juga tiap-tiap
orang akan membuang segala berhala emas dan segala berhala perak yang telah
diperbuatnya untuk menyembah sujud kepadanya, dan dicampakkannya kepada Tikus
dan kelelawar.”

Berhala-berhala apakah yang akan
dimusnahkan? Segala berhala yang dapat berjalan.  mereka itu adalah orang-orang yang
dipuja-puja oleh orang banyak. Mereka berikut semua orang yang memuja-muja
mereka akan berlari-lari ke dalam lobang-lobang gunung, dan ke dalam gua-gua di
dalam tanah. Hanya mereka yang telah membuang segala berhala itu yang akan
luput. Di dalam ayat-ayat ini tiga jenis berhala telah disebutkan: (1) segala
perbuatan tangan manusia; (2) orang-orang yang dipuja-puja; (3) emas dan perak
yang disembah-sembah. Semua ini akan dibinasakan, sehingga tidak akan ada
berhala-berhala lagi. Mereka itu berikut orang-orang yang menyembahnya adalah:

Yesaya 2 : 21 :
“Berlari-lari
masuk ke dalam celah-celah bukit batu dan ke dalam gua-gua di gunung dari
karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila bangkit Ia
berdiri hendak menggoncang segala isi bumi.”

Jika kita sekarang tidak rela
membuang segala berhala kita, maka kita akan dipaksa untuk membuangnya
kemudian, tetapi apakah kebaikannya terhadap kita kelak pada waktu itu?

Yesaya 3 : 1 :
“Karena
sesungguhnya Hua, yaitu Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan dari Yerusalem
dan dari Yehuda baik tunjangan baik persediaan, yaitu segala persediaan roti
dan segala persediaan air.”

Masanya telah dekat apabila
orang-orang yang berdosa yang di Yerusalem dan yang di Yehuda, yaitu
orang-orang dari General Conference berikut sidang secara keseluruhannya akan
kelak tidak mempunyai setitik air pun untuk diminum atau sepotong roti pun
untuk dimakan. Siapakah yang akan terdapat di antara mereka itu?

Yesaya 3 : 2 - 4 :
“Orang pahlawan
dan hulubalang dan hakim dan nabi dan orang bijaksana dan orang tua-tua dan
penghulu dan orang bangsawan dan menteri dan tukang yang licik dan orang yang
fasih lidah. (Oleh menyingkirkan orang-orang yang telah meninggi-ninggikan
dirinya sendiri, lalu dengan demikian itu membebaskan umat-Nya, maka Tuhan
memberikan anak-anak kecil dan bayi-bayi, begitulah umpamanya, yaitu orang-orang
sederhana untuk memerintah atas umat-Nya). Maka budak-budak akan kujadikan raja
mereka itu, dan bayi-bayi akan memerintah mereka itu.”

Tanda-tanda zaman kelak akan
dikenal oleh kondisi-kondisi yang dinyatakan di dalam:

Yesaya 3 : 5 :
“Maka mereka itu
akan menindas seorang akan seorang, masing-masing oleh kawannya, maka orang
muda akan mendurhaka kepada orang tua dan orang hinapun kepada orang yang
mulia-mulia.”

Oleh karena segala perkara ini
kini sedang berlaku, maka kita hendaknya jangan bodoh terhadap kenyataan, bahwa
hari Tuhan yang besar dan hebat itu sesungguhnya sudah dekat sekali.
Orang-orang yang tidak teratur serta mereka yang tidak menaruh hormat kelak
tidak akan luput pada hari itu.

Yesaya 3 : 6 :
“Pada masa itu
seorang akan memegang seorang Saudaranya dalam rumah bapanya serta katanya,
“Padamu ada baju, jadilah kiranya engkau penghulu kami, hendaklah engkau
menahan kerobohan ini.”

Untuk mengatakan, “Jadilah
engkau penghulu kami sebab engkau mempunyai baju”, adalah kira-kira sama dengan
mengatakan, “Jika engkau menjadi penghulu kami, engkau sedikitnya dapat
memberikan kepada kami sesuatu untuk dipakai, dan segala kerobohan ini akan
dapat diawasi olehmu, engkau akan dapat memperbaiki keadaan.”

Cara berpikir dan cara bertindak
orang-orang itu dalam menjelang kesusahan yang segera akan datang ini,
kehancuran, serta pertikaian dalam segala bentuk, menunjukkan dengan jelas,
bahwa mereka tidak mempertimbangkan Allah sebagai pegangannya, sama sekali
tidak. Mereka menaruh harap kepada manusia dan benda-benda. Mereka berharap,
bahwa seseorang masih akan dapat memperbaiki keadaan itu, dapat menyelamatkan
mereka dari kehancuran. Jadi oleh seruan mereka kepada orang-orang untuk
memperoleh bantuan gantinya berseru kepada Allah, mereka sedang bertindak seolah-olah
Allah telah meninggalkan bumi.

Yesaya 3 : 7 :
“Pada hari itu ia
akan bersumpah sambil mengatakan,  “Aku
tiada dapat menahan akan dia; karena di dalam rumahku roti pun tiada, baju pun
tiada; janganlah aku kamu jadikan penghulu atas bangsa ini.”

Orang yang dipanggil untuk
memerintah itu juga bersikap seperti mereka. Ia menegaskan, bahwa ia tidak
sanggup untuk mengobati kejahatan itu, bahwa ia pun juga miskin. Walaupun
begitu Allah menjelaskan sebab-sebab kekacauan itu. Marilah kita baca:

Yesaya 3 : 8 :
“Karena Yerusalem
telah binasa, dan Yehuda telah jatuh, sebab lidah mereka itu serta
perbuatan-perbuatan mereka adalah melawan Tuhan, mendurhaka, menggusarkan
mata-mata kemuliaan-Nya.”

Bukan dunia yang binasa,
melainkan Yerusalem, dan Yehuda telah jatuh. Mengapa? Sebab segala perbuatan
mereka itu serta segala lidah mereka itu mendurhaka melawan Tuhan; artinya,
mereka mendurhaka melawan Kebenaran Pehukuman-Nya. Apakah artinya mata-mata
kemuliaan-Nya? Menurut Yesaya 62 : 3 dan Yesaya 4 : 5, kemuliaan-Nya ialah Sion
yang abadi itu, yaitu sidang Kebenaran yang diterangi-Nya. Perbendaharaan
Kebenaran yang dinyatakan-Nya, dengan demikian adalah kemuliaan-Nya, maka
orang-orang pembantu-Nya adalah “mata-mata-Nya.” Lihat 1 Samuel 9 : 9. Yaitu
hamba-hamba yang dipenuhi Roh Allah yang memimpun kepada segala Kebenaran,
adalah mata-mata dari kemuliaan-Nya yang telah dilawan secara durhaka oleh
orang-orang berdosa.

Anda mengetahui dari kenyataan,
bahwa tidak seorang pun yang menyebutkan dirinya seorang Kristen berbicara
durhaka melawan Allah. Apa yang sesungguhnya dilakukan oleh orang-orang yang
mengaku Kristen ialah mengatakan perkara-perkara melawan Kebenaran Allah yang
dinyatakan, tanpa menyadari, bahwa mereka sedang berbicara dan berdosa melawan
“Roh Suci”, dan dengan demikian juga mendurhaka melawan Allah sendiri.

Bahkan juga beberapa orang
penganut Kebenaran sekarang kadang-kadang mengeluarkan kata-kata kritik,
menyebutkan perkara-perkara oleh mana menguatkan reputasi mereka sendiri dan
menjatuhkan orang lain, atau memenangkan orang lain kepada cara berpikirnya
dengan mengorbankan kepentingan Allah. Jenis-jenis dosa ini adalah sangat
menyesatkan. Maka makin besar kemampuan orang itu yang melibatkan diri di dalam
praktik-praktik perbuatan yang sedemikian, maka makin besar pula kerusakannya.

Bukankah lidah kita ini
dikaruniakan kepada kita untuk memuliakan Allah melalui Kebenaran-Nya, ataukah
semua itu dikaruniakan kepada kita untuk mempergunakan Kebenaran Allah yang
dinyatakan itu dengan cara untuk meninggikan diri sendiri, untuk membuat orang
lain berpikir sesuai dengan cara berpikir kita sendiri?

Mungkin sekali yang sangat
merusak daripada segala-galanya adalah kritik-kritik yang tidak adil yang
sering sekali dibicarakan di depan anak-anak dan orang-orang muda, atau di
depan kehadiran orang-orang yang tidak berpengalaman dan orang-orang yang tidak
tahu. Inilah kerusakan-kerusakan yang tidak pernah dapat dirobah lagi. Pada
satu pihak para orang tua berusaha keras untuk menyelamatkan anak-anak mereka,
dan pada pihak lain melalui pembicaraaan-pembicaraan yang tidak bijaksana
mereka menyesatkan anak-anak itu daripada Allah dan Kebenaran-Nya.

Yesaya 3 : 9 :
“Air muka
mereka  itu menjadi saksi melawan dirinya
sendiri; mereka itu berkata-kata akan segala dosanya dengan tiada malu seperti
orang isi Sodom,
tiada disembunyikannya. Celaka bagi jiwa mereka, karena diadakannya jahat bagi
dirinya sendiri.”

Dosa-dosa yang telah dilakukan
bukanlah jenis-jenis dosa yang umumnya dilakukan orang secara diam-diam, tetapi
sebaliknya jenis dosa yang orang merasa sombong oleh karenanya, karena mereka
tidak menyembunyikannya, mereka melakukan dosa itu secara terbuka dan
ketidakmaluan mereka itu terus berlangsung menjadi saksi melawan dirinya
sendiri. Orang-orang yang justru dapat menjadi pertolongan besar bagi Musa,
ternyata telah menjadi halangan besar, menimbulkan kekacauan dan ketidakpuasan.
Bahkan Tuhan sendiri tidak dapat menginsyafi mereka sehingga dengan begitu bumi
membukakan mulutnya lalu menelan mereka semuanya. (Lihat Bilangan 16 : 26 - 33;
Patriachs and Prophets, pp. 400 - 405).

Masanya telah tiba bagi kita
untuk keluar meninggalkan masa kekanak-kanakan kita, supaya menjadi orang
laki-laki dan perempuan dewasa yang stabil di dalam iman. Masanya telah tiba
bagi kita semua untuk memakan “makanan keras”, dan supaya menyadari sepenuhnya,
bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan mungkin akan jatuh ke tempat sampah
tak lama lagi, jika itu harus bergantung kepada kebijaksanaan manusia.

Yesaya 3 : 10-12 :
“Katakanlah kepada
orang yang benar, bahwa ia akan selamat, karena mereka itu akan makan daripada
hasil pekerjaannya. Celaka bagi orang jahat, maka jahat akan berlaku atasnya,
karena segala perbuatan tangannya akan dibalas kepadanya. Bahwa mengenai
umat-Ku, pengerah mereka itu adalah anak-anak jua, dan orang-orang perempuan
merajalela atasnya. Hai, segala umat-Ku, kamu disesatkan oleh pemimpinmu, dan
jalan yang patut kamu jalani itu dibongkarnya.”

Allah sendiri tak dapat
memerintah atas orang yang sombong, orang yang mementingkan diri sendiri, dan
orang yang merasa kecukupan sendiri. Tetapi terhadap umat-Nya, bahkan hanya
anak-anak dan orang-orang perempuan dapat memerintah atas mereka itu. Jadi,
mereka sekarang diamarkan, bahwa orang sombong yang kini memerintah atas mereka
itu sedang menyesatkan mereka, sedang merusak segala rencana Allah bagi mereka.

Seseorang Saudara mengatakan,
“Saya berharap Tuhan akan segera memegang tampuk pemerintahan dalam tangan-Nya
sendiri untuk melepaskan Israel.”
Bahkan setelah sampai ke Laut Merah, orang banyak itu tidak mengetahui, bahwa
Allah telah memegang tampuk pemerintahan itu di dalam tangan-Nya sendiri.
Mereka juga mengira segala perkara itu berada di dalam tangan Musa.  Walaupun oleh tanda-tanda heran mereka telah
melewati laut itu, dan walaupun mereka menyanyikan lagu kelepasan, dan
memahami, bahwa tangan Allah telah melepaskan mereka, namun tidak berapa lama
kemudian, mereka lupa, dan kembali mereka menuduh dan mempersalahkan Musa
karena membawa mereka ke dalam padang tandus itu. Mereka bersungut-sungut
bahkan sampai pada perbatasan-perbatasan dari tanah perjanjian itu, maka
sebagai akibatnya mereka harus menghabiskan 40 tahun lamanya di dalam padang tandus itu.

Bahkan sampai manna turun ke
bumi pada setiap harinya tidak dapat menginsyafkan orang banyak itu, bahwa
Allah telah memegang tampuk pimpinan di dalam tangan-Nya sendiri. Demikian
itulah, maka bangkai-bangkai tubuh mereka telah berjatuhan di padang tandus itu, tetapi anak-anak mereka
yang dikiranya tidak akan pernah mencapai tujuan mereka menguasai tanah itu
(Bilangan 14 : 1 - 3, 27 - 32; 26 : 63 - 65).

Ada sesuatu unsur tertentu yang walaupun
Allah sendiri tak dapat menyadarkan, bahwa Ia telah  memegang tampuk pimpinan itu di dalam
tangan-Nya sendiri. Mereka tidak pernah menerima perintah dari seseorang pun
terkecuali dari diri mereka sendiri. Orang-orang yang bebas tak bergantung
sedemikian ini akan terus menerus mempermasalahkan dan mengiritik segala
perkara dalam mana mereka sendiri tidak ikut mengambil bagian. Demikianlah
terlepas dari pengakuan mereka, dari apa yang mereka pikirkan atau mengatakan,
mereka sesungguhnya adalah bukan umat Allah, Ia menegaskan, bahwa umat-Nya yang
sesungguhnya adalah mampu menerima perintah-perintah sekalipun itu dari
wanita-wanita dan anak-anak.

Umat Allah menerima
perintah-perintah dari setiap orang yang ditunjuk Allah, sebab mereka berjalan
di dalam terang Tuhan, bukan di dalam percikan cahaya manusia. Ia menegaskan
dengan jelas, bahwa orang-orang yang kini memerintah atas mereka itu, sedang
menyesatkan umat-Nya, dan sedang membinasakan jalan lorong mereka yang benar.

Yesaya 3 : 13, 14
:
“Bahwa Tuhan
berbangkit hendak memanggil, Ia berdiri hendak memutuskan hukum bangsa itu.
Bahwa Tuhan datang hendak menghukumkan segala tua-tua dari umat-Nya dan segala
penghulu mereka itu, karena kamu sudah membinasakan kebun anggur itu; maka
rampasan dari orang-orang yang teraniaya itu adalah di dalam rumah-rumahmu.”

Firman Injil ini menjelaskan
dengan tegas, bahwa Tuhan sedang memanggil sementara Ia berdiri hendak mengadili
umat itu, menunjukkan bahwa Pehukuman terhadap Orang Hidup itu akan dimulai
setelah pengumumannya diserukan di seluruh Laodekia. Tuduhan terhadap para
tua-tua dan para penghulu (para pemimpin dan para pendeta) itu adalah, bahwa
mereka telah membinasakan kebun anggur, bahwa mereka telah menghabiskan seluruh
penghasilan, dan bahwa mereka telah merampok umat-Nya untuk memperkaya dirinya
sendiri. Itulah kenyataan, bahwa bukan saja perpuluhan (satu-satunya
penghasilan yang sah bagi penginjilan) tetapi juga persembahan-persembahan
tantangan (bagian yang diperuntukkan bagi orang-orang miskin) dan
segala-galanya yang lain telah dimakan habis oleh pihak pendeta, dan bahwa
mereka telah memutarbalikkan Sabat itu berikut rumah perbaktian menjadi lembaga
pengumpulan uang, sambil menggunakan berbagai jenis usaha dan peralatan dengan
dalih agama oleh mana membuat orang miskin makin menjadi miskin lalu diri
mereka sendiri makin kaya. Bukan saya, melainkan Tuhan, yaitu Dia Yang
mengatakan demikian itu. Oleh karena itu, adalah bukan suatu pengada-adaan yang
mengatakan bahwa Rumah Allah telah jadi sebuah rumah dagang, yang
diselenggarakan oleh maling-maling, sehingga tempat-tempat tinggal para tua-tua
dan para penghulu telah digunakan sebagai bungkusan sarang-sarang tikus, dan
bahwa hari Sabat telah diputarbalikkan menjadi sebuah hari pasar. “Siapakah
dapat dengan setia mengatakan, ‘emas kita telah teruji dalam api;
pakaian-pakaian kita tidak ternoda oleh dunia’? Aku tampak bagaimana Petunjuk
Jalan kita menunjuk kepada pakaian-pakaian dari orang-orang yang disebut
orang-orang benar itu. Ditanggalkan dari mereka pakaian-pakaian itu, maka Ia
menunjukkan secara terbuka kekotoran yang terdapat di bawahnya. Lalu kata-Nya
kepadaku: ‘Tidakkah kau melihat bagaimana mereka secara berpura-pura telah
menutupi segala kekotoran dan kebusukan tabiat mereka? “Bagaimana negeri yang
setia itu telah berobah menjadi seorang perempuan pelacur?” Rumah Bapa-Ku telah
dibuat menjadi sebuah rumah dagang, suatu tempat dari mana hadirat Ilahi dan
kemuliaan telah menghilang! Karena alasan inilah terdapat kelemahan, dan
hilanglah kekuatan.” Testimonies, vol.8,
p. 250.

Melihat bahwa hampir semua telah
dikuasai oleh musuh jiwa-jiwa itu, maka oleh karena itu kita hendaknya makin
banyak makin takut akan Allah dan berjalan makin dekat dengan Dia, supaya kita
pun tidak akan jatuh ke dalam keranjang tangkapan setan itu. Kita harus menjadi
gembala-gembala yang sangat berhati-hati dan yang penuh berperasaan; jangan
menjadi pencangkok-pencangkok yang kasar.

Anda akan menemukan, bahwa setan
akan menyerang kehidupan dan secara kejam dia akan menandingi Pekabaran
Pehukuman ini, dan dia akan mencoba untuk menyakinkan semua orang, bahwa
nubuatan-nubuatan ini tidak akan digenapi. Umat Allah yang benar, bagaimana pun
juga akan melihat pentingnya kegenapan nubuatan-nubuatan itu pada masa yang
istimewa ini, dan dengan gembira akan berpegang kepada apa Firman Allah
katakan.

Kita telah dipanggil untuk
menjadi pejuang-pejuang pembaharu, bukan pelaku-pelaku perusak, menjadi pengumpul-pengumpul
bersama Allah, bukan pemecah-belah bersama setan. Hendaklah kita menjadi
orang-orang seperti apa yang kita akui, dan dengan demikian itu kita akan
berdiri dengan tidak bercacad cela di hadapan Tahta Allah, dengan tiada tipu di
mulut, dan bersamaan dengan itu tanpa seorang berdosa pun di antara kita.

Yesaya 3  : 15 :
“Apa sebabnya,
maka kamu sudah memijak-mijak umat-Ku, dan menendang muka orang yang miskin
itu? Demikianlah firman Hua, Tuhan serwa sekalian alam.”

Betapa mengerikan tuduhan itu
terhadap mereka yang mengambil keuntungan dari orang-orang miskin. Adalah
sangat jelek, bahwa saudara-saudara kita telah jatuh sedemikian dalamnya. Dan
bahkan jauh lebih jelek lagi adalah bahwa mereka sama sekali tidak menaruh
perhatian terhadap amaran-amaran kiriman sorga ini, dan sebagai ganti
menyambutnya, mereka sedang melakukan apa saja untuk mengelakkan amaran-amaran
itu serta untuk menghalangi para anggota biasa daripada berhubungan dengan
amaran-amaran itu.



Kiranya kekeliruan-kekeliruan
mereka itu dapat menjadi batu-batu loncatan kita untuk mencapai keberhasilan.
Supaya dimana mereka menendang-nendang muka orang miskin, kiranya kita dapat
membuat mereka itu berbahagia, dan kiranya kita boleh menyadari, bahwa untuk
menerima salah satu yang terkecil dari umat Allah, adalah sama dengan menerima
Allah sendiri. Betapa bersyukur kita seharusnya bagi kesempatan yang besar ini.